Menu

Sex

Mitos Tentang Pembalut

 

Pembalut udah jadi kebutuhan dan teman setia saat menstruasi. Fungsi pembalut dapat menyerap darah menstruasi dengan optimal, sehingga kita bisa beraktivitas aman tanpa takut tembus.

Walaupun kita tahu bahwa pembalut terbuat dari bahan yang higienis dan tidak membahayakan, tetapi masih ada aja info miring yang beredar tentang pembalut. Gak mau sampai salah menanggapinya kan girls, mari cari tahu!?

Mitos :
Pembalut menyebabkan kanker serviks.
Fakta :
Wah… salah banget girls! Kanker serviks atau kanker leher rahim 99,7% disebabkan oleh HPV (Human Pappiloma Viruses). Virus tersebut dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. Jadi bukan karena pembalut!

Mitos :
Tidak mencuci pembalut akan didatangi hantu.
Fakta:
Belum dapat dipastikan kebenarannya juga sih girls. Tapi yang pasti menjaga kebersihan itu perlu, baik saat memakai pembalut atau saat akan membuangnya. Jika sedang tidak memungkinkan untuk mencuci, pastikan pembalut terbungkus rapat dan rapi, sebelum dibuang ke tempat sampah.

Mitos :
Pembalut berpewangi bikin darah menstruasi tidak bau
Fakta :
Pada dasarnya aroma darah menstruasi sangat khas, karena mengandung sel-sel yang semula "hidup". Perlu diketahui bahwa aroma darah menstruasi itu tidak akan tercium oleh orang lain. Sebaliknya bahan kimia yang digunakan sebagai pewangi pada pembalut berisiko memicu iritasi di area vagina.

Mitos:
Perekat pembalut menyebabkan keputihan.
Fakta:
Fungsi perekat pada pembalut adalah untuk merekatkan pembalut ke celana dalam agar tidak mudah geser saat beraktivitas. Pola perekat berbentuk garis-garis tipis, jadi tidak menutupi seluruh bagian belakang pembalut sehingga sirkulasi udara tetap lancar dan bebas lembap.

Mitos:
Memakai pembalut saat menstruasi menyebabkan kemandulan.
Fakta :
Pembalut adalah produk yang dapat dipastikan kondisinya steril dan aman sebelum digunakan. Agar tetap bersih dan terhindar dari iritasi dan infeksi, baiknya rajin ganti pembalut 4 jam sekali atau ketika darah menstruasi sedang keluar banyak.

Kalo mau aman, pastikan pembalut pilihanmu memiliki no registrasi dari Kementrian Kesehatan RI sebagai bukti standar kesehatan dari kementrian kesehatan dan dijamin kebersihannya.

Related Articles